MEDAN, JWO- Anggaran Infrastruktur yang diajukan di APBD 2019 membengkak menjadi Rp 1,7 triliun. Bengkaknya anggaran ini diduga untuk bagi-bagi proyek, untuk anggota dewan, khususnya anggota dewan yang di Komisi D DPRD Kota Medan, Selasa (23/10/2018).
Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Effendi Lubis saat dikonfirmasi oleh awak media, membantah adanya bagi-bagi proyek untuk anggota dewan terkait bertambahnya anggaran tersebut. Ia berpendapat, hal itu disebabkan karena tidak adanya pembahasan P-ABD 2018 karena sudah lewat jadwal.
“ Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sebenarnya akan mengajukan penambahan anggaran di P-APBD sekitar Rp.150 – Rp.200 miliar. Akan tetapi, karena pembahasan sudah lewat jadwal, maka pembahasan tidak melalui perda tapi perwal. Makanya tidak ada penambahan,” kata Godfried kepada wartawan.
Tambah Godfried, besarnya anggaran tersebut untuk menutupi kekurangan yang tidak bisa ditampung di T.A (Tahun Anggaran) 2018. Kata Godfried anggaran infrastruktur tidak hanya ada di Dinas PU Bina Marga saja. Ada juga di Dinas-Dinas lain yang menjadi mitra kerja Komisi D DPRD Kota Medan seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
“ Juga Dinas Perhubungan, Dinas Tarukim, Dinas P2K (Pengendalian Pemadaman Kebakaran) dan lainnya. Tidak ada bagi-bagi proyek dengan penambahan ini, apalagi untuk anggota DPRD Medan yang disebut-sebut untuk jatah anggota dewan,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyarankan kepada OPD yang membangun infrastruktur harus membuat skala prioritas, jangan terpusat yang di inti kota saja menjadi langganan pembangunan. Sementara yang di pinggiran banyak yang belum tersentuh pembangunan.
“ Sering kita lihat, jalan yang sudah baguspun tetap di aspal, itu kan mubazir. Sementara di pinggiran masih banyak yang kupak-kapik. Rakyat sudah menjerit, tapi hanya beberapa yang direalisasikan. Kami berharap, besarnya anggaran infrastruktur bisa mengurangi persoalan jalan yang rusak di Kota Medan,” pintanya.
Seperti yang diketahui, anggaran infrastruktur tahun 2017 sebesar Rp 1,1 triliun, namun, persoalan infrastruktur tidak tuntas. Justru pengerjaannya lambat sampai ditegur Presiden Jokowi baru dikerjakan. Kemudian, tahun 2018 (tahun berjalan) seesar Rp 780 miliar.(Riz)
NASIONAL
KRIMINAL
POLITIK & HUKUM
DAERAH
OLAHRAGA
KESEHATAN
JURU WARTA ONLINE's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Post
-
PERCUT SEI TUAN, JWOC- Azhari Matondang (51) warga Jalan Letda Sujono Medan Tembung, diringkus petugas Polsek Percut Sei Tuan lantaran ked...
-
Medan,Expose,- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus melakukan perbaikan jalan rusak siang dan malam untuk menindaklanjuti instruksi ...
Author
Popular
-
Tunjukkan Keseriusan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Tindak Jutaan Rokok Ilegal Batam-juruwartaonline.com- penindakan yang dil...
-
PERCUT SEI TUAN, JWOC- Azhari Matondang (51) warga Jalan Letda Sujono Medan Tembung, diringkus petugas Polsek Percut Sei Tuan lantaran ked...
-
Medan,Expose,- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus melakukan perbaikan jalan rusak siang dan malam untuk menindaklanjuti instruksi ...
-
MEDAN, JWO- Dalam upaya mengejar proses vaksinasi dan tingkat imunitas di tengah masyarakat, Ditlantas Polda Sumatera Utara akan melaksanaka...
-
Sunggal,JWO,Seorang buruh bongkar muat yang diketahui bernama Mhd.Syahrony Purba (25) warga Jalan.Tj. Selamat Gg.Mushola Desa.Tj. Selamat...
Comments
Labels
Budaya
BUMN/BUMD
DAERAH
Deli Serdang 3
DPRD Medan
DPRD Tebing Tinggi
EKONOMI
headline
hukum
INTERNASIONAL
kabupaten tapanuli utara
KESEHATAN
kota pematangsiantar
KRIMINAL
kuliner
label 1
labuhan batu
Medan
NASIONAL
OLAHRAGA
Pemko Medan
PENDIDIKAN
perspektif
PIKIRAN RAKYAT
Politik
POLITIK & HUKUM
Religi
Serba-Serbi
sergai
simalungun
sipispis
tebing tinggi
tebingtinggi
TEKNOLOGI
UMUM
WISATA








Tidak ada komentar: