UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

Operasi 9 Hari, Polda Sumut dan Polres Penyangga Ringkus 63 Pelaku Begal, 5 Ditembak


SUMUT, JWO- Polda Sumut bersama Polres Penyangga meliputi Kota Medan, Belawan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi, selama sembilan hari beroperasi mulai 2-10 Januari 2022, berhasil meringkus puluhan bandit yang meresahkan masyarakat.

Polda Sumut Bersama Polres Penyangga berhasil meringkus 63 orang pelaku begal.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan diamankannya puluhan bandit karena terlibat aksi curanmor, begal, dan curat yang beraksi di wilayah Kota Medan, Belawan, Sergai, Deli Serdang, Langkat, Tebing Tinggi, dan Binjai.


"Selama sembilan hari Polda Sumut bersama Polres Penyangga berhasil mengungkap 50 kasus kejahatan dengan meringkus 63 tersangka dan 5 terpaksa ditembak karena berusaha melawan," ungkapnya didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (12/1/2022).


Tatan menerangkan, ditangkapnya puluhan pelaku kejahatan itu untuk menjawab keraguan masyarakat karena maraknya aksi begal di Kota Medan serta wilayah penyangga lainnya.


"Dari tangan para tersangka turut disita 16 unit sepeda motor berbagai merek hasil tindak kejahatan, STNK, BPKB, handphone serta barang berharga lainnya," jelasnya.


Tatan menambahkan, untuk wilayah hukum Polrestabes Medan paling tinggi dalam mengungkap kasus kejahatan sebanyak 32 perkara dengan 38 tersangka. Kemudian Polres Belawan sebanyak 7 kasus dengan 11 tersangka, Polres Deli Serdang sebanyak 4 kasus dengan 4 tersangka.


Selanjutnya, Polres Langkat sebanyak 3 kasus dengan 6 tersangka, Polres Binjai sebanyak 2 kasus dengan 2 tersangka, Polres Sergai sebanyak 1 kasus dengan 1 tersangka dan Polres Tebing Tinggi sebanyak 1 kasus dengan 1 tersangka.


Menurutnya, para pelaku yang notabennenya berasal dari Belawan, Deli Serdang, Binjai, beraksi di wilayah Kota Medan.


"Puluhan pelaku kejahatan yang ditangkap ini rata-rata terbukti mengonsumsi narkoba saat menjalankan aksi pembegalan terhadap masyarakat," pungkasnya.(Riz)

Fahmi Ismail " Banyak Nama Pedagang Yang Tidak Sesuai Dengan Nama Sebelum Pasar Kain di Renovasi "


JWO - Tebingtinggi
Salah seorang anggota DPRD Kota Tebingtinggi Mulyadi yang duduk di komisi Dua saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp terkait banyaknya kios yang masih  kosong mengatakan

"Kita telah mempertanyakan ke Dinas perdagangan, kemudian dinas perdagangan menyampaikan bahwa Hal yang menyangkut Pasar kain itu wewenang tim pasar kain" ucapnya

"Untuk itu sudah saya sarankan agar mengirim surat kepada ketua Tim normalisasi pasar kain agar pengelola annya diserahkan ke dinas perdagangan" lanjutnya

Hal ini terungkap pasca Ketua DPC LSM Komunitas Pemburu Korupsi (KPK) kota Tebingtinggi Fahmi Ismail melayangkan surat ke DPRD kota Tebingtinggi menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang merasa di tipu atas hilangnya hak mereka berdagang di pasar kain ,

Fahmi ismail meminta pemerintah kota Tebingtinggi  meninjau dan mendata ulang nama-nama pemilik sewa kios pasar kain karena dinilai tidak transparan

Banyak nya Kios pasar kain yang kosong pada lantai dua dan tiga, serta adanya beberapa nama yang sebelumnya bedagang disana, namun tidak mendapatkan kios setelah pasar kain direnovasi, menjadi indikator adanya pembagian kios yang tidak tepat sasaran

Apalagi adanya laporan  ahwa pedagang yang sebelumbya berdagang disana,  setelah selesai direnovasi namun tidak lagi mendapatkan tempat kios untuk berdagang

Hal itu jugalah yang disampaikan Fahmi Ismail kepada awak media Selasa (16/06/2020) di bilangan jalan Sutomo.

"Sebelum pasar kain di renovasi Maidar br Malau berdagang disana, selanjutnya Br Malau terdata sebagai penerima hak sewa pasar kain  setelah pasar Direnovasi , seperti yang di janjikan Dinas terkait, namun kios yang seharusnya tidak didapatkan" ungkap Fahmi melanjutkan Meterangannya

Tambahnya lagi "Kita telah turun ke pasar kain tersebut, beberapa kios pada lantai dua dan tiga masih banyak yang kosong, bahkan setelah kita dalami nama-nama pedagang disana pun tidak sesuai dengan nama sebelum pasar kain direnovasi"

"Jika permohonan kita tidak di indahkan para pemangku kepentingan disana, dengan bukti yang ada kita akan bawa ini ke APH untuk menindaklanjuti kecurigaan bahwa  di pasar kain ada indikasi jual beli Kios  " ungkap Fahmi menutup keterangannya.(tim red)

Kasus Korupsi Tanggul Sei Padang 2013 Masuki Babak Baru, M.Yusuf Siap Proaktif Jika Dipanggil Jadi Saksi


JWO|| Tebingtinggi
Kasus korupsi Pembangunan tanggul Sei Padang tahun 2013, kembali bergulir di Kejaksaan Negri Tebingtinggi, Setelah Tim Pidsus berhasil membekuk Samsul, pemegang kuasa Direktur CV Safitri dari kediamannya, Kamis (07/06/2020)  lalu  yang buron sejak 2017.

Kasus korupsi yang sempat menyeret M.Yusuf salah satu ASN di Dinas PUPR Tebingtinggi itu, kini memasuki babak baru ditangan Kajari Tebingtinggi Mustaqfirin SH yang belum lama menjabat.

Dalam kasus ini M.Yusuf sempat merasakan dinginnya jeruji serta hilangnya hak pensiunnya selama mengabdi sebagai ASN, telah menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan, oleh Pengadilan Tipikor Medan pada 2017 lalu, dan kemungkinan akan menjadi saksi Kembali.

Sementara itu M Yusuf  saat di temui  wartawan terkait kasus Pembangunan Tanggul Sei Padang  yang menelan anggaran  mencapai 1,5 M, mengungkapkan siap proaktif jika ia dipanggil kembali menjadi saksi.

"Saya Apresiasi kinerja Kajari Tebingtinggi atas kasus ini, saya siap di konfrontir ulang atau di panggil kembali  sebagai saksi jika pihak kejaksaan memerlukannya. Ini saya lakukan untuk Menepis stigma negatif kepada saya, yang menjadi beban moral kepada saya juga keluarga saya yang harus di luruskan”, kata Yusuf.

Hal itu disampaikan M.Yusuf kepada media saat bincang-bincang terkait permasalahan tersebut pada Kamis (11/06/2020) di bilangan great Market jalan Merdeka Tebingtinggi

“ Ini merupakan preseden buruk bagi diri saya dan keluarga, dan selama kasus ini belum di ungkap tuntas bathin saya terasa sakit. Tapi setelah adanya penangkapan Samsul yang di lakukan oleh pihak Kejari  Tebingtinggi harapan itu muncul lagi di diri saya,”ujar M Yusuf.

Konfirmasi awak media pada Jumat (12/06/2020) sekira pukul 11:15wib terhadap pihak kejaksaan negeri Tebingtinggi, belum membuahkan hasil sejauh mana perkembangan kasus tersebut.

"Kasi pidsus untuk saat ini belum bisa di temui pak, masih melakukan pemeriksaan, jadi tolong tinggalkan nomor WhatsApp nanti kami hubungi" kata  Asisten Pidsus kepada awak media (tim-red).

Pengendara "Heran" Baliho Grand Mansion Hotel Diturunkan



Juruwarta,- Tebingtinggi
Pengguna jalan merasa heran dengan diturunkannya baliho "Grand Mansion Hotel" berbintang 4 yang berada di Jalan KF Tandean Tebingtinggi.

"Saya heran, kok tiba - tiba baliho dilepas. Apa tidak adalagi pembangunan hotel atau diturunkan Satpol PP karena ada yang salah," kata seorang pengendara sepeda motor yang mengaku bernama Riadi Pasaribu kepada awak media, Jumat (5/6/2020), saat melintas di lokasi tersebut.

Riadi mengatakan, awalnya saat adanya peresmian dan terpampangnya baliho hotel merasa senang dengan harapan akan banyaknya pengunjung dari luar kota."Pastinya senanglah kalau ada hotel berbintang 4. Tapi batal dan dialihkan kebangunan lain pastinya kecewa," ucapnya.

Riadi berharap, pihak pengelola dapat meneruskan pembangunan hotel tersebut karena selain banyak pengunjung yang datang, pasti pendapat warga sekitar bisa bertambah dengan membuka usaha kecil dan dapat dipekerjakan.

Sementara itu, di lokasi pembangunan tersebut tidak ada yang dapat dikonfirmasi terkait dibukanya baliho.

Sebelumnya, sebagaimana yang telah diberitakan disalah satu media, bangunan di Jalan KF Tandean awalnya direncanakan dibangun Hotel berbintang 4 dan telah diubah menjadi bangunan rumah toko (ruko) sebanyak 50 unit.

Kadis PMPPTSP Tebingtinggi, Surya Darma saat dikonfirmasi mengatakan, pengusaha Soman Rianto/Achiong seyogiayanya membangunan hotel. Namun merubahnya menjadi ruko sebanyak 50 unit.

"Pemberitahuan perubahan pembangunan sudah disampaikan ke Pemko, IMB-nya sudah terbit," katanya.

Lanjutnya, pengusaha menerangkan ada beberapa pertimbangan di lokasi tersebut tidak dibangun hotel. Namun lokasi pembangunan hotel dialihkan ke depan Pasar Sakti dan site plan ada sama pengusaha.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tebingtinggi Menahan Guntur Harahap mengatakan tidak ada menertibkan / menurunkan baliho di Jalan KF Tandean. (*)

Hipakad Sebut Wastafel Sesuai Protokol Area Institusi Pendidikan


JWO|  Tebingtinggi
Kurva penekanan infeksi Virus Corona (Covid-19) di Tebingtinggi, Sumatera Utara terus ditekan.

Lewat penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Pemerintah Kota terus menggalakkan cara mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi virus.

Bagi orang dewasa, cuci tangan tidak hal yang sulit untuk dilakukan, termasuk pelajar SLTP dan SLTA dan sederajat lainnya.

Berbeda dengan anak anak kategori pelajar tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dan Sekolah Dasar (SD).

Bagi tenaga pendidik untuk mengatur anak usia dini tidak hal yang mudah. Perlu kesabaran tinggi dan ketersediaan sarana pendukung cuci tangan seperti Wastafel atau jenis lainnya.

Kendati diprediksi murid masuk sekolah pada Juni mendatang, kebutuhan itu direspon Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebingtinggi, Drs H Pardamean Siregar MAP.

Dua pekan terakhir, gagasan program wastafel sudah berjalan hampir disetiap sarana SD, SLTP dan SLTA.

Langkah Integrasi Kadisdik direspon ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Tebingtinggi, Abdul Toni Nainggolan Selasa(11/5/2019).

Kendati masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat, Toni akrab disapa Ucok Golan menegaskan, penganggaran dan peruntukan wastafel menjadi cara terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan sekolah.

Karena Protokol kesehatan Covid-19 dianggap Ucok menjadi acuan, saat kebersihan tangan menjadi hal penting mencegah penularan lewat sentuhan menjelang proses belajar mengajar.

” Wastafel salah satu jawaban atas kekhwatiran orangtua ditengah pandemi. Cuci tangan efektif dilakukan saat anak kita masuk sekolah, saya yakin Kadisdik sangat memahami kondisi ini,” ucapnya saat bincang bincang bersama JOnews.id di seputar Jl.13 Desember.

Ucok menegaskan, diharapkan pembangunan Wastafel diselaraskan dengan kapasitas murid. ” Akan sulit menerapkan Sosial Distancing, jika wastapel hanya 1 unit saja, volumenya bisa ditambah diberbagai titik lingkungan sekolah,” paparnya.

Dukungan Orang Tua Murid

Endang (35) Ibu rumah tangga warga Jl. Kol Yos Sudarso menilai, pembuatan wastapel merupakan sarana pendukung PHBS untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Dirinya meminta agar kesabaran tenaga pengajar dapat lebih ditingkatkan, begitu juga ketersediaan sabun yang harus dijaga.

” Kita meminta Kadisdik, agar tenaga pendidik dihimbau lebih bersabar menghadapi anak sekolah saat hendak mencuci tangan, kebutuhan sabunnya jangan sampai kurang,” sebutnya.

Gagasan Kadisdik soal wastapel cuci tangan di setiap sekolah dianggap Ali (56) orangtua Krisna di Kawasan G. Leuser sebagai program mendukung Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

” Sulit mengendalikan ribuan murid untuk cuci tangan ke Toilet, jika ada wastafel menjadi cara tepat dan tidak ribet bagi murid untuk cuci tangan pakai sabun sebelum belajar, terapkan Protokol Covid-19, agar anak kita merasa aman dan nyaman,” harap Ali.(mnl)

Imam Donasi 1.500 Sembako, Hazly Sebut Kader Terbaik Gerindra


JWO | Tebingtinggi 
Membantu meringankan tekanan ekonomi rakyat ditengah wabah Corona, Imam Ansyori Nasution donasi 1.500 paket sembako Minggu (10/5/2020).

Imam, menjadwal pembagian sembako dilakukan secara bertahap. Sebanyak 150 paket dikucurkan setiap hari hingga 10 hari kedepan.

Anggota DPRD Partai Gerindra bertatap muka dengan 150 orang warga penerima Sembako di Kelurahan Pabatu dan Kec.Tebingtinggi Kota.

Pemilik retail bisnis Kopi di kawasan Veteran itu merasakan perubahan ekonomi akibat virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda.

“Semoga sembako beras, gula, minyak goreng, bubuk teh dan sirup dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat jelang Idul Fitri mendatang,” sebut Imam.

Didua kawasan itu, Imam terlihat hadir bersama Ketua DPC Partai Gerindra Tebingtinggi, M Hazly Azhari Hasibuan Msi dan anggota pengurus partai lainnya. “Imam merupakan kader terbaik DPC Partai Gerindra,” sebut Hazly.

Hazly mengurai rasa kagum atas prestasi gemilang Imam di dunia politik. Diusia muda Imam 30 tahun, sosok muda milenial itu mampu mendulang 2800 suara bersaing dengan politikus senior pada musim Pencalonan Legislatif tahun lalu.

Fakta itu membuktikan bahwa Imam memiliki relasi yang bagus dalam berpolitik. Pantas jika dunia politik sangat membutuhkan sosok muda Imam Ansyori Nasution sebagai regenerasi tokoh politik Tebingtinggi.

“Jangan pernah lelah demi kebaikan. Bersama kita besarkan Partai Gerindra,” pesan Hazly.(*)

Soal Rekom Ditengah Rencana Gugatan, Kadisdik Pardamean : Diktumnya Belum Saya Teken


JWO| Tebingtinggi
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tebingtinggi, Drs H Pardamean Siregar tidak menyangkal, saat ditanya soal rekom ijin sekolah PH yang sudah dilayangkan ke Dinas PMPTSP Rabu kemarin.

Hanya saja, bagian diktum terakhir yang seharusnya ditandatangani, tidak dilakukan Pardamean.

Sebagai langkah antisipasi Pardamean atas kemelut dualisme dan perkara di Yayasan itu.

” Iya Diktum akhir belum saya teken, ” sebutnya saat wawancara usai rapat di Gedung Pendidikan Jl Kol Yos Sudarso Kamis(30/4/2020).Soal Gugatan, Pardamean berpendapat itu persoalan internal yayasan.

” Jika penggugat itu menang, ijin merekalah yang akan kita keluarkan,” ujarnya meninggalkan awak media menuju Balai Kota.(mnl)

KATT Tebing Tinggi Ganti Narkoba Dengan Kopi


Juruwarta,- Tebingtinggi
Kami Anak Tebing Tinggi (KATT) menggelar Acara Talk Show dengan tajuk Cakap-Cakap Kedai Kopi " Ganti Narkoba Dengan Kopi, adapun Tema " Millenial Sehat Tanpa Narkoba, Karena Hidup Butuh Inspirasi Bukan Halusinasi " bertempat di "Dunia Kopi" Jl. Ir. H. Djuanda No. 100 kelurahan Karya Jaya kecamatan Rambutan.

Kegiatan murni Persembahan KATT untuk Kota Tebing Tinggi yang tercinta dengan dana swadaya dari internal KATT, Dunia Kopi dan beberapa Donatur.
Untuk membahas tentang Apa itu Narkoba, bagaimana dampaknya dan bagaimana Penanganannya.

Turut hadir Sebagai Narasumber dalam acara tersebut Perwakilan BNN Provinsi Sumut Drs Tuangkus Harianja Mm (Kabid Pencegahan dan Pemberantasan BNNP Sumut),Kepala BNN Tebing Tinggi AKBP Paduhusi zendratu SH MH, Perwakilan Pemko Tebing Tinggi Ir Oki Donni Siregar (Wakil Walikota),Dari kesehatan : Dokter Sim Siyen,Perwakilan Polres Tebing Tinggi IPDA Muhammad Amin (KBU Sat Narkoba), Ulama Khairul Amri Sag,dan Testinomi Muhammad Fitra Habibie (Mantan Pemakai).

Muhammad Irpan SE,selaku ketua panitia mengatakan " Kalau ditanya sama semua orang, kapan Narkoba tidak ada, takkan ada yang tahu jawabannya, karena dasar itulah acara ini dibuat dengan menghadirkan narasumber yang memang berkompeten di bidangnya dengan harapan ada nya sebuah komitmen kedepan untuk menghilangkan narkoba khususnya di Kota Tebing Tinggi dan bukan sekedar seremonial " ungkapnya.

Dalam acara ini juga Irpan SE,mengajak dan ingin menciptakan spirit kebersamaan terhadap audiens atau millenial muda bersatu melawan narkoba.(red)