UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

Konspirasi Dibalik Rencana Kotor Penggusuran Pasar Induk Jodoh...!!!

Expose.web.id, Liputan : Batam, 18 November 2018, Hari : Minggu   Pukul : 15.20 Wib Lokasi : Pasar Induk Jodoh Kecamatan Lubuk baja Kota Batam-Kepulauan Riau (KEPRI)   : Pertemuan Warga   Pedagang Pasar induk Oleh Pihak-Badan Pengawasan(BP).Kota Batam. Pedagang Langsung Temui Humas BP Batam: Mohammad Taopan S.Sos.- , Selasa:13-11-2018. Pukul : 15.12 Wib. Di Kantor Biro Humas
Ada Pun Tujuan Para Pedagang tersebut Untuk Meminta Kejelasan dan Kepastian  Hukum
terhadap Nasib Para Pedagang Terkait Tentang Keberadaan  lahan hibah dilokasi Pasar Induk . Yang -Sudah Pernah di relokasi Tahun 2003-2004. Menjadi Aset Negara. Di Mana Saat itu Sudah Di Kelola oleh Pedagang Untuk Berjualan Selama 14 Tahun  ini.
Pihak Humas BP Batam Menerima  Para Pedagang Pasar Induk. Sesuai Dasar Surat Lampiran Bulan Oktober 2018. Yang Telah Diajukan oleh salah satu kelompok Pedagang disana. Yang namanya, Perkumpulan Pedagang Bersatu Pasar  Induk Jodoh  (P2BPIJ) Batam yang di  Ketuai  Oleh : NAOMI. S, " Adapun tuntutan/sikap kami,  yaitu : "Agar Meminta  segera Kepada  Pihak BP Batam untuk melakukan pertemuan audensi atau berdialog tatap muka membahas terkait nasib pedagang disini." Alhasil surat pihak Pedagang Pasar induk tersebut di terima dengan pihak  Humas BP Batam.
Di mana Salah Satu Tokoh Perempuan tersebut  langsung bersama anggota nya Pedagang langsung berdialog Saling Memberikan paparan satu per Satu antara Lain Nasib Pedagang dan hibah lahan.
Salah Satu Orang yang  dituakan Oleh Pedagang  Pasar Induk tersebut.  "Dikatakannya selaku Pemerhati  nasib para pedagang selama 14 tahun di Pasar Induk.
dan Pada Saat  Beberapa Orang Para Anggota Pedagang Pasar Induk juga ikut menghadiri ber sama-sama pertemuan itu, yang
tujuan dari para Pedagang yakni Melalui Naomi, Meminta   Penjelasan terkait  keberadaan lahan hibah dilahan Pasar induk Jodoh."  Dari Pihak BP Batam Ke Pemko Batam.
Taopanpun langsung menjawab, "Memang benar ada kita beri surat hibah ke Pemerintah Kota Batam Seluas 1,5 hektar saat itu Untuk Relokasi Lahan Pasar, " bukan untuk Relokasi gedung Pasar. Kita juga tidak tau tentang masalah itu." "Apakah itu Relokasi Pasar Induk atau tidak Kita BP Batam tidak tau karna itu Masih wewenang Pemko Batam.bukan wewenang BP Batam Lagi, jawabnya." Itupun terkait permasalahan ini akan segera dilaporkannya ke atasan. "
Pernyataan Dari Kelompok Pedagang  langsung (Naomi), Menerang kan lagi. Katanya, "Secara  Sepengetahuan Kami (Naomi), "Kalau Lahan tersebut dari tahun 2003-2004 Lahan Seluas 5 hektar itu pak, ketepatan kita orang pertama di Pasar Induk.  Sudah Pernah Di hibahkan- waktu itu Oleh : Otorita Batam (OB) Bapak Ismeth Abdullah selaku Ketua OB Batam saat itu bersama; Walikota Batam pertama Bapak  Nyat Khadir, " Bahwa Pasar Induk Jodoh ini akan dijadikan Pusat Pasar Kota Di Batam, yakni namanyanya Pasar Induk Jodoh ternyata sekarang menjadi ahli fungsi.
Dari Pasar induk tradisional Menjadi Pasar Modern. gimana itu pak.??  sambungnya, ""
dan dulu juga anggarannya diperuntukkan untuk Relokasi Bangunan Tahun 2003-2004.
"Sepengetahuan kami juga  Para Pedagang disini. Ada dana anggaran Pemprov Kepri dan kota Batam sebesar 94 Milyard $ (Dollar Singapura), " Itu untuk relokasi luas lahan 5 Hektar.
"Maka sementara itu luas lahan bangunan pasar yang  Sudah  di bangun sekarang ini hanya Sekitar 1,5 hektar  dengan dana proyek mencapai kurang lebih sebesar 36 Milyard $ saat itu. Dengan bisa menampung Jumlah Pedagang sebanyak 772 Orang pedagang, itu untuk tahap l (pertama) pak/bu, sedangkan untuk sampai pada  rencana tahap ll yang menampung sebanyak 1.644 pedagang,
maka kemana lagi sisanya..???", padahalkan lahan tersebut rencananya akan dibangun untuk tahap ll (kedua) relokasi lahan  bangunan akan dibangun lagi sekitar 3,5 Hektar dari sisa angaran 94.M.$ pertahun l 2003-2004 silam." "Kenapa sekarang kok...menjadi berahli fungsi, bingung kita ya pak/bu."
"Jadi

SELEBGRAM KEMBAR ASAL MEDAN EKSIS DI KALANGAN REMAJA



           

Oleh: Erflog Publisher

            Di zaman yang modern ini hampir seluruh masyarakat memiliki akun sosial media setidaknya satu sosial media. Beragam sosial media yang diciptakan agar masyarakat dapat berinteraksi dengan banyak orang dan dapat berbagi konten – konten menarik untuk dilihat, salah satunya adalah instagram. Jika kalian adalah pengguna instagram yang aktif akan konten-konten menarik tentu kenal dengan selebgram cantik ini, ia adalah Claresta Haniyah Rambe atau biasa akrab dengan nama Clara Haniyah.
            Clara Haniyah merupakan selebgram asal Medan yang cukup terkenal tidak hanya di Kota Medan, tetapi saat ini ia sudah mulai dikenal hampir ke seluruh nusantara. Followers yang dimiliki olehnya saat ini sudah mencapai sebanyak 98.500an followers yang ga cuma remaja Medan aja namun hampir ke seluruh penjuru Nusantara. Di dalam akun instagramnya ia membagikan kegiatannya sehari – hari dengan outfit yang sangat cocok dengan usia remajanya. Selain itu, Clara mantap memfokuskan diri dengan membagikan konten mengenai makeup dan beautycare di channel Youtubenya Claresta Haniyah dan membagikannya ke dalam akun instagramnya (@clarahnyh). Karena tekad ia memilih makeup dan beautycare sebagai hal yang ia tekuni dan bagikan kepada followersnya dan viewersnya yang tertarik akan hal tersebut, Clara yang sudah melakoni bidangnya ini sejak 4 tahun yang lalu sebagai beauty influencer terbukti sudah bahwa channel youtube Clara memiliki 21.261 Subscriber dan ratusan ribu viewers. Meskipun tidak begitu populer seperti selebgram dan youtuber yang lain yang sudah lebih dulu memulai karirnya sebagai youtuber dan selebgam, namun kepopuleran Clara juga patut dibanggakan.
            Namun Clara meniti ini semua tak sendirian, dia memiliki keunikan lain yang tidak semua orang mendapatkannya. Yaaa, hal tersbut merupakan Clara memiliki saudari kembar identik yang tak kalah cantik darinya. Kembaran Clara Haniyah bernama Natasya Nafisah Rambe. Kedua kembaran ini sama sama populer berkat kelihaian mereka dalam memoleskan makeup dan cara berpakaian mereka dalam sehari – hari. Natasya atau biasa akrab dengan sapaan Tasya merupakan kembaran Clara yang juga seorang selebgram, ia juga memiliki 25.100an followers di akun instagramnya. Foloowers mereka sangat menyukai gaya pakaian, makeup, serta apapun yang mereka lakukan berdua. Karena kepopuleran mereka berdua yang cukup luas, tak jarang Endorse – endorse datang kepada mereka.
            Kedekatan Clara dengan Tasya menjadi perhatian publik, mereka sering dikatakan Twin Goals karena sama – sama mmiliki wajah yang cantik dan memiliki selera fashion yang kece. Clara juga menyatakan mengenai kedekatannya dengan saudara kembarnya tersebut. “Aku sama Tasya itu ya kemana – mana selalu sama, terus terkadang kami itu punya selera yang hampir mirip juga. Dalam hal ini kami disini sama sama mendukung kegiatan kami, kami saling support stu sama lain. Mau orang bilang apa juga yang penting kami itu selalu bersama.” Ujar Clara.
            Bagi Clara kedekatannya dengan Tasya kembarannya tak ternilai harganya, karena mereka dapat saling support sama lain. Namun dalam waktu saat ini, Clara harus menahan kerinduannya akan kembarannya Tasya karena kali ini mereka menempuh pendidikan di dua tempat yang berbeda dan berada di pulau yang berbeda. Clara yang saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara harus berada jauh dengan Tasya yang saat ini menmpuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara atau biasa dikenal Binus University yang berlokasi di Jakarta. “Kangen sih pasti, karena biasanya kan kemana –mana sama, kesekolah bareng, main bareng sekarang udah jauh juga kan tapi ya itu demi masa depan kami berdua kedepannya, yang penting masih bisa komunikasian sama dia” sambut Clara.
            Well, kita doain aja semoga karir dan cita – cita Clara dan Tasya dapat sukses dan terwujud kedepannya ya.sukses terus buat kalian berdua.


SMK Kesehatan Ganda Husada Tebingtinggi Lepas 186 Siswa Angkatan ke II 


Tebingtinggi, Expose.web.id
Kembali Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Swasta Ganda Husada Tebingtinggi melaksanakan acara pelepasan 186 orang siswa/i untuk kelas XII Angkatan II Tahun Ajaran (TA) 2017/2018, Selasa (15/5/2018) di Wisma Mangampu Tua Jalan Hamka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis.
Acara pelepasan selain dihadiri pengurus Yayasan dan pengajar, ratusan orang tua dan wali murid tampak hadir untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat.
Seluruh yang dilepas terdiri dari 167 orang siswi dan 19 siswa tersebut, satu per satu dipanggil ke depan podium untuk dikalungkan medali oleh para guru disaksikan undangan dan orang tua.   
Ketua Yayasan SMK Kesehatan Ganda Husada,  Firman Sitorus didampingi Kepala Sekolah (Kepsek) Wirasanti mengatakan, dari 186 siswa/i yang dilepas tersebut, 7 orang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan.
"Hasil ini mengalami peningkatan jika dibandingkan lulusan angkatan pertama Tahun Ajaran 2016/2017 lalu yakni 5 orang diterima di PTN melalui jalur mandiri," sebut Firman.
Pihaknya juga  akan terus berbenah dan  meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, dengan harapan ke depannya, lulusan sekolah ini akan semakin banyak lagi yang diterima melalui jalur undangan di PTN dan para siswa semakin berprestasi dalam bekerja.     
Sekedar diketahui, SMK Kesehatan Ganda Husada  sudah berdiri sejak tanggal 2 Mei 2014 ini telah terakreditasi B untuk jurusan keperawatan dan memiliki gedung sendiri berlokasi di Jalan Yamin, Kota Tebingtinggi. Ini dilengkapi dengan fasilitas ruangan belajar ber AC dan dilengkapi dengan laboratorium keperawatan, laboratorium farmasi, laboratorium komputer, serta didukung tenaga pengajar yang sesuai dengan bidang keahlian, profesional dan berpengalaman.
"Semuanya itu kita siapkan untuk meningkatkan kompetensi siswa supaya memiliki daya saing yang baik. Sehingga bagi yang tidak meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) dapat diterima bekerja di rumah sakit atau pun klinik baik di dalam maupun di luar negeri," jelasnya. 
Untuk menunjang program belajar, para siswa/i dibimbing guru juga mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, salah satunya adalah les Bahasa Inggris sebagai penunjang agar kelak lulusan SMK Kesehatan Ganda Husada dapat diterima bekerja di luar negeri dan menempa ilmu di dejumlah rumah sakit.
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua/ wali murid yang telah mempercayai kami untuk mendidik anak-anak. Juga memohon doa agar kedepannya SMK Kesehatan Ganda Husada ini dapat lebih baik lagi dan semakin banyak siswa/i yang mendaftar di tahun ajaran baru yang beberapa minggu lagi, dimulai dengan uang sekolah yang terjangkau para orang tua dengan kelengkapan belajar mengajar sesuai kebutuhan," ujarnya.(AH)

Walikota Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat


Tebingtinggi,-Expose.web.id
Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM membuka resmi Sosialisasi pendidikan politik masyarakat di dalam pelaksanaan dan pengamanan pilkada serentak Tahun 2018 dan pemilu 2019, Selasa (15/5) bertempat di Gedung Balai Kartini.


Dalam sambutannya Walikota menyampaikan bahwa baru-baru ini terjadi kejadian serangan bom di Kota Surabaya, sudah irasional atau tidak masuk akal (penalaran) sebagai manusia umat yang beragama, dan kenapa itu bisa terjadi, karena adanya pencucian otak yang dilakukan dan satu pendidikan politik atau  lainnya yang mengajarkan kepada para teroris itu adalah satu pengajaran yang menyimpang dari segi agama apapun.


Oleh karena itu kita sebagai anak bangsa/warga negara Indonesia kita jangan sampai terikut didalamnya dan menjadi tugas kita sebagai warga negara untuk menyadarkan saudara-saudara kita yang mungkin cara berfikirnya aneh .


"Dan pada kesempatan ini, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, jangan sikit-sikit tidak sependapat, karena didalam suatu negara yang besar ini perbedaan pasti ada".ujarnya


Walikota juga mengingatkan yang pertama bila ada seeorang yang masuk didaerah kita yang tidak kita kenal dan mencurigakan harus kita waspadai dan laporkan kepada aparat keamanan yang ada. 


kedua jangan mengundang orang  yang tujuannya memperpecah kita, maka dari itu kepada kita semua kita harus cerdas bagaimana kita menyikapi perbedaan-perbedaan itu.


Selanjutnya mengenai bulan suci ramadhan yang sebentar lagi akan kita laksanakan, H.Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada seluruh masyarakat khusunya Kota TebingTinggi untuk menjaga kondusifitas dengan sebaik-baiknya.


Pemerintah Kota Tebing Tinggi juga menghimbau bagi yang tidak berpuasa tolong hargai orang yang berpuasa agar tidak terjadi keributan nantinya yang merupakan bahagian yang perlu kita jaga bersama .


Terkait dengan pilkada khusunya yang di Sumatera Utara apakah ukuran dari keberhasilan pilkada  itu adalah kemenangan nomor satu ataupun nomor dua, bukan tetapi keberhasilannya adalah bagaimana tingkat partisipasi masyarakat yang hadir di TPS itu lebih dari 70 %.


"Ada rasa kepedulian dari pada masyarakat untuk menggunakan hak politiknya dan jangan datang ke TPS karena ada iming-imingnya atau dana partisipasinya jangan karena itu tapi ada rasa bertanggung jawabnya kita kepada daerah kita agar kiranya gubernur yang di pilih itu adalah gubernur yang mendapat amanah dan eligibilitas nya tinggi di publik".Ucap beliau


Walikota menghimbau kepada seluruh yang hadir di acara ini , mari kita dorong masyarakat untuk hadir ke TPS menggunakan hak pilinhya supaya pemimpin Sumut sesuai dengan harapan masyarakat.

Didalam berkompetisi yang sehat, maka sudah ada yang harus kita deklarasikan yaitu no manipolitik serta no sara karena semua itu tidak boleh, dilarang menerima uang yang berkaitan dengan pilkada agar terpilihnya pemimpin karena aspirasi dari rakyat.

Terakhir beliau berharap kepada kita semuanya agar pemilihan kepala daerah ini tidak menggangu hubungan kita karena beda pilihan dan aspirasi serta jangan sampai pilkada membuat persaudaraan, persahabatan, kekerabatan, antara sesama warga menjadi pecah berantakan karena perbedaan pilihan.(ah)

Pemko Tebing Tinggi lakukan oprasi pasar


Tebingtinggi,-Expose

 Pemko Tebing Tinggi melalui Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) bekerjasama dengan Perum Bulog lakukan oprasi pasar menjual sembako selasa (15/5) dilapangan Merdeka 


Walikota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan didampingi sekertaris TPID Zahidin mengatakan oprasi pasar dilaksanakan untuk 2 hari dan barang-barang yang dijual berupa sembako untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari


Dan harga barang yang dijual pada oprasi pasar ini pastinya lebih murah dari harga yang ada dipasaran, dimaksudkan untuk menekan harga pasar tidak naik dan membantu meringankan masyarakat dalam menghadapi bulan puasa ini.


Walikota berharap kepada warga Kota Tebing Tinggi selama bulan ramadhan ini agar meninggalkan kebisaan konsuntif memenuhi segala keperluan yang semestinya tidak harus dilakukan.


Dan berdasarkan hasil survei biasanya dalam bulan ramadhan kebutuhan akan meningkat 3 kali lipat dari hari biasanya, dan ini menjadikan harga pasar menjadi meningkat, Pemko berupaya untuk menjaga hal ini.


Kepada spekulan diminta Walikota agar tidak bermain-main dengan barang-barang kebutuhan pokok selama bulan ramadhan, jangan menimbun barang, dan para distributor diharapkan tidak pula menahan-nahan barangnya,agar harga dipasaran tetap stabil dan dapat dijangkau masyarakat,katanya.


Sekertaris TPID Zahadin menyebutkan barang yang dijual diantaranya beras ikan moris 5 kg Rp.49.000.- Terigu Kita 1 Kg Rp.8000.-Minyak goreng kita 1 ltr Rp.12.500.- Gula pasir 1 Kg Rp.11.000.- dan daging beku 9 ons Rp.72.000.-


Untuk hari pertama disiapkan beras ikan moris 200 karung, minyak goreng kita 360 liter,terigu kita 40 kg dan Gula pasir 5 karang, dan oprasi pasar ini bisa saja dilanjutkan pada bulan ramadhan,jika harga pasar terus naik,ujarnya.(AH)

SMK Kesehatan Ganda Husada Gelar Capping Day



Expose- Tebing Tinggi
SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada Tebing Tinggi menggelar pelaksanaan Capping Day Jurusan Perawat Pemula (Angkatan IV) dan jurusan Farmasi (Angkatan I) T.A 2017/2018 di Gedung Mangampu Tua Tebing Tinggi, Rabu 24 - Januari - 2018.
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada Firman Sitorus, Wakil Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Oki Doni Siregar, Kepala SMK Negeri 2 Eri Susanto, MM, mewakili Polres AKP. Gamal. L, Kepala UPT Sei Rampah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Drs. Yeddi Efendi Sipayung, M.Pd, Tokoh masyarakat Drs. H. Ibrahim Harahap, orang tua Siswa/i dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Oki Doni Siregar mengatakan, dengan telah dilaksanakannya pemasangan tutup kepala atau Capping Day berarti para pelajar sudah berkomitmen untuk benar - benar menjalankan sumpah dan janji perawat yang telah diucapkan untuk mengabdi dibidang kemanusiaan. Selain itu, kata Oki Doni, para pelajar juga harus belajar dengan serius, agar memiliki skill atau kemampuan dan attitude atau bersikap dengan tidak memandang bulu, siapapun orangnya yang sedang menderita sakit harus dilayani dengan baik. Untuk itu, sambung Oki Doni, para pelajar harus memiliki rasa kasih sayang dan sikap kehati - hatian jika sedang melayani orang yang sedang menderita sakit," ujar Oki Doni. Hal tersebut ditekankan Oki Doni kepada para pelajar yang nantinya para pelajar itu telah bertugas.

Oki Doni mengingatkan,    agar perawat Laki - laki  jangan menjadi "Lesbian, Gay, Biseksua dan Transgender" (LGBT) atau berubah menjadi keperempuan - perempuanan karena berada ditengah perempuan, tapi jadilah Laki - laki yang sesungguhnya.
Sementara, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Sei Rampah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Drs. Yeddi Efendi Sipayung, M.Pd mengatakan, kehadirannya pada acara Capping Day itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).


Kepala UPT itu menyampaikan apresiasinya kepada pihak Yayasan dan para pelajar di acara Capping Day itu, bahkan menjadikan suatu inspirasi dan memotivasi dirinya. Beliau berharap, agar Guru - guru di SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada itu lebih meningkatkan kemampuan atau kompetensi dibidang Keperawatan maupun dibidang Farmasi," sebut Kepala UPT yang menaungi Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Sementara itu, Kepala Yayasan SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada Firman Sitorus mengatakan, jumlah pelajar yang di Capping Day berjumlah 181 orang, terdiri dari Perawat Pemula Angkatan Ke - IV 147 orang dan Jurusan Farmasi Angkatan I 34 orang.

Firman Sitorus berharap, dengan adanya pelaksanaan Capping Day itu, Pemerintah Kota Tebing Tinggi beserta seluruh elemen masyarakat, baik masyarakat dalam Kota setempat maupun masyarakat luar Kota terus memberikan kepercayaan dan selalu mendukung SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada dalam mendidik para Siswa/i


Firman Sitorus menambahkan, bahwa majunya suatu Bangsa ditentukan dengan majunya dunia pendidikan. Untuk itu, Pemerintah harus lebih fokus memperhatikan dunia pendidikan, agar Sumber Daya Manusia (SDM) bisa lebih meningkat," tegas Firman Sitorus.


"Semoga dengan telah dilaksanakannya kegiatan Capping Day, para Siswa/i dapat menjunjung tinggi sumpah Perawat dan menjaga nama baik SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada, karena nantinya setelah selesai mengenyam pendidikan, para Siswa/i akan memberikan pelayanan yang terbaik ditengah - tengah masyarakat ketika bertugas nantinya," kata Firman Sitorus.

Para Siswa/i yang mengenyam pendidikan di SMK Swasta Kesehatan Ganda Husada, kata Firman Sitorus, bukan hanya dari dalam Kota Tebing Tinggi saja, namun banyak yang berasal dari luar Daerah, seperti, Serdang Bedagai, Batu Bara, Simalungun, Siantar, Asahan, Medan, Aceh, Dumai, Riau, Pekan Baru, Jambi, Bengkulu, Tanah Karo, bahkan dari Jogyakarta dan ada yang sudah tamat berasal dari Kalimantan Barat. (Alfian Haris)

Walikota Lepas Kafilah MTQ Tebing Tinggi




Expose.web.id, Tebing Tinggi

Walikota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan didampigi Ketua LPTQ H.Johan Samose Harahap lepas kafilah Tebing Tinggi,mengikuti MTQ ke 36 di Kab.Dairi Selasa (21/11) di ruang data Pemko Tebing Tinggi.

Dalam bimbingannya Walikota menyampaikan yang utama adalah kita harus menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah.swt, dan terima kasih kepada kafilah Tebing Tinggi, atas waktu mengikuti pelatihan selama ini.

MTQ merupakan sebuah perlombaan bunkanlah pertandingan, dalam sebuah perlimbaan menampilkan yang terbaik, dan pertandingan ingin selalu menjadi nomor satu dengan berbagai cara.

Diingatkan Walikota kepada kafilah sebelum berangkat jaga niat (Nawa itu) mengharap ridho Allah untuk meagungkan asma Allah dan Kallam illahi.

MTQ juga untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah.Swt serta tawaduq kepadanya bahwa kita adalah merupakan makhluk yang lemah yang membutuhkan pertolongannya.

Disampaikan Walikota, seperti biasanya setiap kita akan bepergian selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya lahir dan bathin, disana jangan anggap kita ada dirumah, karena disana semua terbatas.

Jaga kesehatan, persiapkan mental, fisik dan keilmuan, manfaatkan waktu sebaik-baiknya disana, jangan sombong dan takabur. jangan gugub, nerves dan emosi.

Orang yang mau maju itu selalu menganggap dirinya bodoh, karena dia akan terus mau belajar setiap saat.

Kepada Kafilah Walikota menyampaikan Pemerintah Kota bukan ingin menyombongkan diri atau kebanggaan, tetapi  sebagai motivasi akan diberikan uang pembinaan bagi yang memperoleh juara 1. Rp.10 Juta, 2. Rp.7,5 Juta dan 3. Rp.5 juta. (Alfian Haris )

Ptpn 3 : soal 9 dokter dan 1 apoteker tetap mengikuti kesepakatan awal


Medan,Expose,- Perlakuan yang diterapkan oleh PTPN III (Persero) terhadap tenaga kesehatan yang terdiri dari sembilan dokter dan satu apoteker tetap akan mengikuti kesepakatan awal yang telah dibuat oleh Manajemen dan unsur Serikat Pekerja pada bulan Agustus lalu.

Hal ini disampaikan oleh Junaidi, SP Kepala Biro Sekretariat PTPN III (Persero) kepada wartawan beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut terhadap tenaga kesehatan.

"Unsur Manajemen dan Unsur Serikat Pekerja telah sepakat melakukan penataan terhadap karyawan rumah sakit, poliklinik dan petugas kesehatan melalui langkah-langkah yang sudah ditetapkan bersama dan kesepakatan itu sudah ditandatangi oleh kedua belah pihak," ujar Junaidi, Sabtu (11/11/2017).

Dikatakannya, langkah-langkah yang telah disepakati tersebut adalah penawaran Program Pensiun Sukarela (PPS), dimana bagi karyawan yang tidak mengajukan program PPS maka dilakukan seleksi, dengan ketentuan jika lulus maka akan ditempatkan pada Distrik/Kebun/unit sesuai kebutuhan dan jika tidak lulus maka akan diikutkan dalam Program Pensiun Sukarela (PPK).

"Pada saat pelaksanaan PPK, Manajemen dan Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan Bipartit," tambahnya.

Sebagaimana diketahui bahwa penataan terhadap karyawan rumah sakit, poliklinik dan petugas kesehatan merupakan tindak lanjut dari serah kelola seluruh fasilitas kesehatan yang ada di PTPN III (Persero) kepada PT. Sri Pamela Medika Nusantara yang merupakan anak perusahaan PTPN III (Persero), dan merupakan mandatori dari Undang-Undang nomor 44/2009 tersebut Pasal 7 ayat (4) yang menyatakan bahwa rumah sakit yang didirikan oleh swasta harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak di bidang perumahsakitan.

Mengenai tindak lanjut terhadap kesepuluh tenaga kesehatan yang tidak lulus seleksi, telah dilaksanakan pertemuan antara Perusahaan dengan SP BUN yang diprakarsai oleh Disnaker Sumatera Utara pada hari Jumat (3/11/2017), di Kantor Disnaker Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Klarifikasi.

Junaidi menegaskan kepada media bahwa pertemuan tersebut baru sebatas klarifikasi dan bukan merupakan mediasi sebagaimana yang didengar oleh banyak pihak.

"Pertemuan pada Jumat di Kantor Disnaker Sumatera Utara itu ditunda karena ada beberapa yang harus dilengkapi. Itu bukan merupakan mediasi dan baru sebatas klarifikasi, jadi dalam petemuan tersebut pejabat dari Disnaker tidak ada menganjurkan apalagi memerintahkan agar kesepuluh tenaga kesehatan tersebut dipekerjakan kembali," tegasnya.

Ririn Bidasari SH. M.Hum selaku Kasi Pengupahan dan Jamsos Disnaker Sumut ketika dihubungi beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa pertemuan antara Disnaker, PTPN III (Persero) dan SP Bun bukan merupakan mediasi, dan Disnaker tidak pernah mengeluarkan anjuran apalagi perintah kepada PTPN III (Persero) untuk memperkerjakan kembali kesepuluh tenaga dokter tersebut.

"Mediasi aja belum dilaksanakan, gimana muncul anjuran. Anjuran baru ada jika sudah dilaksanakan mediasi dan dianggap gagal", kata Ririn.

Ririn juga menambahkan bahwa Disnaker Sumut tidak berwenang mengeluarkan perintah mengenai perlakuan tenaga kesehatan tersebut, karena yang berwenang mengeluarkan perintah adalah pengadilan.

"Saya pun heran ketika baca di media ada kata perintah Disnaker, kita ga bisa paksa, yang bisa maksa hanya pengadilan. Jadi jika ada yang menyatakan itu perintah Disnaker, itu keliru," pungkasnya.